14-15 Ritase Sampah Per hari Belum Terangkut ke TPA, Ini Upaya Strategis DLH Kota Bandung!

Pada Senin tanggal 24 Februari 2025, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengadakan Rapat Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di kantor mereka. Tujuan rapat ini adalah untuk membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan lingkungan hidup di Kota Bandung.
Pada pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memulai upaya yang intensif untuk menangani masalah sampah.
Ini adalah langkah yang diambil untuk mengatasi masalah sampah setelah kerja sama dengan TPA Pasir Bajing berakhir. Kami bertujuan untuk menyelesaikan masalah sampah ini dan kami berharap dapat melakukan hal ini melalui tindakan bersama-sama.
Dalam sebuah rapat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyoroti kebutuhan untuk menyelesaikan masalah sampah. Menurutnya, ada tiga tahap yang harus dilalui: penanganan, pemulihan, dan penormalan.
“Saat ini, ada 136 titik pengumpulan sampah yang harus segera ditangani. Sampah akan dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) terdekat dan dimusnahkan menggunakan insinerator. Namun, pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti masih tetap dilakukan,” ungkap Erwin.
Setiap hari, sekitar 430 ton sampah terus menumpuk tanpa penanganan yang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan target untuk memusnahkan jumlah yang sama setiap hari selama tiga bulan kedepan.
Kami berupaya untuk memperluas Kemitraan Bank Sampah (KBS) hingga mencapai 700 lokasi guna mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA. Dengan adanya KBS, kami berharap dapat menghasilkan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, Kepala DLH Kota Bandung, Dudy Prayudi mengakui bahwa sampah masih menjadi masalah utama yang dihadapi. Sejak tanggal 3 Oktober 2024, kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti telah dikurangi dari 170 ritase menjadi hanya 140 rit per hari.
Meskipun ada penambahan lima ritase dari tanggal 8 Februari hingga 10 Maret 2025 (meningkatkan total ritase menjadi 145 per hari), setelah itu jumlah ritase akan kembali ke angka 140 per hari. Namun, produksi sampah rata-rata Kota Bandung masih mencapai angka 154 rit per hari.
Menurut Dudy, setiap hari ada sekitar 14-15 ritase sampah yang tidak dapat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini perlu segera ditangani.